Minggu, 04 Maret 2012

Ekonomi Kreatif yang terlahir lewat batok kelapa

Kang Iwan dengan hati hati membuat kerajinan batok kelapa

Sebuah kreatifitas adalah suatu hal yang mendukung pergerakan usaha ekonomi kreatif. Kreatifitas itu sendiri yang membentuk karakter , konsep dan ide dari suatu pergerakan usaha ekonomi . Tanpa kreatifitas tentu setiap perusahaan tidak akan bisa mampu bersaing di dalam pasar yang kompeten. Apalagi di zaman yang serba tehnologi ini konsep internet marketing mulai dilirik oleh kalangan pengrajin Indonesia. 

Seperti apa yang dilakukan yang oleh A Iwan, begitu kami memanggilnya. Beliau adalah seorang pengrajin hiasan batok kelapa dari dusun Cimuruy desa Mekarmulya kecamatan Situraja. beliau mencoba memvariasikan berbagai motif batok kelapa yang aneh dan unik. Beberapa perubahan yang ekstrim dalam pembuatan karya - karyanya yang bernilai seni. 

Dilatarbelakangi rasa iseng - iseng dan ingin mencoba sesuatu hal yang baru A Iwan mulai menggeluti kerajinan batok kelapa semenjak beberapa waktu silam. A Iwan mengatakan bahwa ia masih memiliki keterbatasan dalam penjualan karena selama ini A Iwan hanya membuat produk kerajinan batok kelapa bila ada pesanan. 

Saat kami bertanya kepada beliau tentang apa kendala yang sering dihadapi dalam mengembakngkan kerajinan batok kelapa ini. Beliau menjawab "Salah satu kendala utama yang saya hadapi adalah dalam hal pemasaran, kalo untuk menjual produk saya di daerah situraja sendiri masih kurang peminatnya, karena mereka bilang harga produk saya kemahalan" ujar A Iwan sambil tertawa.

A Iwan juga mengungkapkan bahwa ada kendala lainnya yang kerap dihadapi oleh beliau yaitu, bahan baku. " ada kelapa jenis kopra atau hybrida yang bentuk tempurungnya lonjong yang kadang sulit didapat" kata A Iwan. Tapi hal itu tak membuat A Iwan mundur, malahan A Iwan sendiri ingin membuka galerry di daerah jalan utama Sukatali agar banyak orang yang tahu dan memecahkan masalah pemasaran.

Sifat optimis terpancar dari sorot mata A Iwan saat kami berdiskusi dengan beliau. Begitu juga ketika kami mencoba untuk bertukar pikiran, sekedar ngobrol sambil melihat - lihat proses pembuatan kerajinan batok kelapa ini. Saat kami mengutarakan bahwa akan ada gelar produk beliau menaggapinya dengan "kalem" tapi serius. Terlihat banyaknya produk yang disiapkan untuk acara gelar produk KKU STIE SAS 2012.

"mungkin ini bisa membuka peluang pemasaran jika ada pameren atau gelar produk" ungkap beliau. Begitu khas nya kerajinan buatan beliau hingga kami pun ingin mengangkat beberapa produk unggulan yang ada di A Iwan

Berikut ini beberapa hasil karya A Iwan yang begitu unik dan menarik :
Dapat dibuka sebagai tempat permen
Celengan Batok
Hiasan Ikan Tampak Depan

Lampu tidur


Hiasan Bebek

Hiasan Bebek dengan tutup
Dapat dibuka tutup untuk tempat cemilan atau asbak





 Kami berharap semoga kreatifitas A Iwan terus berkembang,  agar kami dapat terus belajar dalam hal segi pemasaran dan produk ini juga merupakan satu potensi, satu peluang yang apabila bisa berkembang dan menjadibesar akan berdampak positif bagi Desa Mekarmulya.




Mini Gallery


Logo dan wajah sebuah produk

Logo adalah sebuah symbol yang dirancang untuk mewakili karakter dan menjadi identitas dari sebuah perusahaan, lembaga atau produk. Suatu Logoakan menguatkan merk atau brand suatu produk.Logo juga memiliki arti filsafat atau falsafah perusahaan.

Adalah suatu hal yang wajar apabila logo mewakili misi dan visi perusahaan, karena dalam hal pembuatan logo pasti dipikirkan dengan matang dan tidak asal asalan. Logo Cimuruy Handcraft yang kami buat ini memiliki penggambaran filsafat didalamnya yang menggambarkan kesinambungan pihak - pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan KKU ini dan memiliki kapasitas dalam mensukseskan gelar produk yang bertujuan mengembangkan potensi usaha di desa Mekarmulya ini.

Yang menjadi dasar logo ini adalah warna putih. Mengapa kami memilih warna putih? Karena putih mewakili kerapihan dan ketertatan manajemen yang teratur sebagai dasar dari filsafat cimuruy handcraft. Berikut ini kami mencoba untuk menjelaskan arti warna dan lambang yang dipakai dalam logo cimuruyhandcraft.


Tiga bulan sabit yang membentuk lingkaran memiliki arti sebagai berikut :
  • warna hijau bulan sabit : mewakili masyarakat desa Mekarmulya yang dominan bergerak di bidang pertanian
  • warna biru langit : mewakili kelompok VIII KKU STIE SAS 2012 .Warna ini melambangkan elastisitas dari ambisi. Fleksibel dan dapat menaungi semua lapisan masyarakat dalam mengemban tugas dari STIE 11 April Sumedang.
  • warna kuning : mewakili kampus STIE 11 April Sumedang sebagai pelaksana filsafat Tri Dharma Perguruan tinggi, dan sebagai mediator antara kami sebagai peserta KKU STIE SAS 2012 dengan masyarakat Desa Mekarmulya.

Ketiga bulan sabit tersebut membentuk lingkaran yang artinya adalah kesinambungan antara ketiga pihak tersebut. Sedangkan 3 daun didalam lingkaran mewakili dari sisi handcraft yang bersifat mengolah barang yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai seni dan memiliki value yang tinggi. Dan warna hijau pada font cimuruyhandcraft yang kami pilih mewakili

Kami berharap logo ini bisa menjadi suatu brand image yang kuat pada produk - produk dari dusun Cimuruy desa Mekarmulya dan bisa mewakili ke-khasan produk kerajinan dalam persaingan pasar handcraft.

Jumat, 02 Maret 2012

Meninjau Proses Pembuatan Kerajinan Batok

Kali ini kami akan membahas sedikit tentang pembuatan kerajinan batok kelapa dari bahan dasar menjadi bahan setengah jadi. Proses pembuatannya akan di mulai dari pemilihan ukuran batok kelapa yang pas dengan motif atau pola kerajinan yang akan dibuat.

Bagaimanakah pembuatan kerajinan ini? Jika anada penasaran mari simak penjelasan sederhana tentang proses pembuatan kerajinan batok kelapa ini seperti yang dapat dilihat dibawah ini :

Menghaluskan permukaan batok kelapa menggunakan gurinda

Jangan lupa haluskan permukaan ujung batok kelapa
Buat pola nya agar tidak salah dalam penggergajian
Kiri kira jaraknya 2cm dari ujung kelapa
Harusnya ada gambar penggergajian tapi sudah lah langsung saja ke tahap pembuangan daging kelapa hehehe

Dicokel ini biar daging kelapanya keluar semua



setelah bersih akan mendapatkan bahan setengah jadi seperti ini


Nah begitulah proses pengerjaan kerajinan batok kelapa dari awal ( bahan dasar) menjadi bahan setengah jadi, Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembuatan kerajinan batok kelapa ini silahkan hubungi kami di twitter @cimuruyworkshop. Insya Allah kami akan memberikan






Sebuah kreatifitas yang ingin bangun dan berkembang

Mang Toto sedang membuat suling
Kang Toto , sebut saja begitu namanya. Beliau adalah seorang pengrajin suling yang lahir 45 tahun silam. Kecintaannya terhadap seni sunda begitu nampak di wajahnya. Kang Toto yang selalu memainkan kacapi atau suling bersama Kang Yayang "Sandi" Geulang ini selalu terlihat di sanggar binaan Mamah Cenghar , seorang tokon seni sunda asli Sumedang. A Yayang Geulang merupakan sarjana seni sunda spesialisasi suling yang merupakan putra dari mamah Cenghar. Bersama mereka Kang Toto selalu latihan bersama main kacapi suling dan nembang ,

  " Orang - orang dulu memanggil saya kang Ago , tapi saya mulai mensosialisasikan nama asli saya Toto Suherman di Dusun Cimuruy ini setelah pulang dari Karawang " ujarnya.

Beliau ini merupakan pengrajin suling sunda yang begitu ahli dalam pembuatan suling. Dalam pembuatan suling itu ada 3 jenis kualitas. Kualitas  yang paling bagus ialah suling yang dibuat dengan bambu pilihan dan diraut dengan pisau khusus. Pembuatan suling ini dikhususkan untuk para pemain suling jadi. Harga jualnya tentu paling mahal diantara suling yang lainnya.

Untuk kualitas no 2 ada pembuatan suling dengan menggunakan metoda bor. ini kualitas tengah yang nadanya lumayan masih bisa mengikuti surupan. Sedangkan yang paling parah adalah pembuatan suling yang menggunakan besi yang dipanaskan untuk melubangi suling , dan suaranya pasti tidak nyurup apabila disamakan dengan gamelan.

Kang Toto ini merupakan seorang yang mengenalkan kepada kami suling bermotif belang yang disebut "si macan". Suling ini merupakan suling pilihan yang paling bagus suaranya dan paling gereng . Karena sulit dalam memilih bahan dan mendapatkan motif "si macan" produksinya masih terbatas. Suling si macan itu motifnya alami, mungkin karena permukaan bambu tersebut tertutupi lumut atau dedaunan dan material lain maka sulit mendapatkan bahan yang pas dalam membuat suling tersebut ujar kang Toto.

Kreatifitas lainnya dari kang Toto adalah membuat gantungan kunci dari suling. miniatur yang begitu unik dan lucu.Pertama kali melihat kami langsung tertarik melihatnya.

"Saya terinspirasi dari atlit, para atlit masing - masing bidang olahraga selalu memakai miniatur alat sebagai hiasan atau gantungan dimobil, kunci motor, atau di tas mereka. Oleh karena itu saya mencoba membuat gantungan kunci suling sebagai orang sunda yang ingin melestarikan alat musik tradisional sunda. " Ujar kang Toto.

Sayangnya kreatifitas kang Toto ini masih terhalang beberapa masalah, yaitu terkait dengan bidang pemasaran dan permodalan. Kami melihat kang Toto sebagai potensi yang potensial di desa mekarmulya. Apabila beliau diberi kesempatan di bidang modal dan bisa menembus pasar , saya yakin kang Toto bisa mengangkat nama baik Sumedang dan menjadi icon atau penyalur terbesar suling dari sumedang,khususnya di desa mekarmulya..tidak menutup kemungkinan kang Toto jadi salah satu orang yang berhasil mengangkat nama baik Sumedang sebagai "puser daya sunda",dan menjadi bukti nyata dengan keterampilannya dalam hal pembuatan suling.

Kamis, 01 Maret 2012

Nyantri , Nyunda jeung Nyakola

Dalam sebuah pertemuan dengan DPL kami , Dr. Dede Jajang Suyaman M.M.Beliau memaparkan sebuah konsep yang begitu luar biasa.
Nyantri , Nyunda , Nyakola. Ketiga hal tersebut merupakan sebuah ide pengembangan sistem kemasyarakatan yang beliau paparkan untuk mengangkat harkat , martabat, dan derajat masyarakat Sumedang khususnya daerah situraja.

Khusuk mendengarkan arahan dari Bapak DPL Dr. Dede Jajang Suyaman M.M
Dalam konsepnya Dr. Dede Jajang mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat Sumedang sudah kehilangan jatidirinya. Hingga melupakan dasar agama, kebudayaan sunda dan pendidikan. Terlihat dari rendahnya pemeliharaan budaya sunda termasuk bahasa sunda itu sendiri dalam undak usuk basa. Sementara itu tugas kami sebagai mahasiswa STIE Sebelas April Sumedang yang tercakup dalam tri dharma perguruan tinggi, kami memcoba merealisasikan hal tersebut. Pendidikan dan pengajaran, peneliatian dan pengabdian kepada masyarakat adalah misi penting yang kami bawa sebagai mahasiswa STIE Sebelas April Sumedang.
Dalam Artikel kali ini saya akan mencoba memaparkan ungkapan Nyantri, Nyunda jeung Nyakola yang diungkapkan oleh Dr. Dede Jajang Suyaman M.M sesuai nalar dan kemampuan saya.

Nyantri adalah sebuah ungkapan sifat yang berarti bersifat seperti murid pasantrenan. Selalu menjunjung nilai nilai keagamaan dalam setiap sendi kehidupan. Berlandaskan hal tersebut maka kami mencoba membawa program dair STIE SAS yaitu UEM (Usaha Ekonomi Masjid) . Sebuah konsep Usaha yang berlandaskan nilai agama, jauh dari riba dan ketamakan. Agar masyarakat Sumedang bisa terbebas dari rentenir dan sistem bunga , berasaskan syariat islam dan bisa menjadi  sumber kekuatan ekonomi kreatif.

Nyunda adalah sifat masyarakat yang berbudaya sunda. Berarti disini masyarakat sumedang harus mempertahankan nilai - nilai budaya. Banyak konsep pengembangan masyarakat sunda dan pengembangan kebudayaan dan kesenian sunda . Namun sayang didaerah sumedang kesadaran masyarakat masih minim dan kurangnya blow up dari pihak pemerintah membuat pelaksanaan pengembangan masyarakat yang berbudaya sunda tersendat – sendat. Terbukti dengan kurangnya ekspose kebudayaan sumedang dan minimnya peta wisata yang bisa menunjukan lokasi situs budaya kepada turis domestik maupun manca negara. Dr Dede Jajang juga mengungkapkan beliau berusaha menghidupkan nyunda di sumedang dengan ketertarikannya kepada handcfraft di Sumedang. Beliau Memiliki mini gallery di rumahnya yang memuat berbagai kerajinan tangan dari seluruh pelosok Sumedang. Berlandaskan misi tersebut kami berusaha mengangkat budaya sunda agar tidak tenggelam dan bisa hidup kembali.
Nyakola dalam bahasa indonesia adalah mengenyam pendidikan tinggi, sesusai dengan tri dharma perguruan tinggi, kami kelompok VIII  KKU STIE SAS 2012 ini berusaha memberikan sosialisasi perguruan tinggi yang asli sumedang. Karena dalam kehidupan beragama pendidikan adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim.

Pendidikan berfungsi nyaangan kanu poek, sebagai pelita ilmu pengetahuan yang bisa membuat seseorang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu , membuat yang tidak termenej menjadi bisa memenej. Nyakola adalah dasar agama dan budaya yang harus diterapkan dalam kebudayaan masyarakat sunda khususnya masyarakat Situraja , umumnya masyarakat Sumedang.
Dalam pelaksanaan sosialisasi UEM (Usaha Ekonomi Masjid) yang mengembangkan ekonomi kreatif kami kelompok VIII KKU STIE SAS 2012 berusaha menerapkan konsep Nyantri , Nyunda dan Nyakola. Semua itu tidak terlepas dari arahan Dr. Dede Jajang Suyaman M.M . Semoga apa yang beliau tanamkan dalam diri kami bisa menjadi bekal di masa depan kelak dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat sumedang agar dapat berkembang.
Nyantri , Nyunda Jeung Nyakola pikeun hirup leuwih Sejahtera euuy!!






Ekonomi Islam Untuk Kemaslahatan Ummat

Masjid merupakan sarana penting yang wajib dan mesti ada di setiap daerah. Kehadiran Masjid di suatu daerah sangat menunjang untuk kegiatan keagamaan, social maupun sebagai media silaturahim antar masyarakat.

Namun ketika masjid terlihat sepi jamaah, dan keadaan mulai terasa ketidaknyamanan yang dirasakan para jamaah tentunya ada banyak penyebabnya. Masyarakat yang perlahan “meninggalkan” masjid perlu digaris bawahi untuk dibahas lebih dalam.

Banyak faktor  yang menyebabkan suatu masjid sepi jamaah, diantaranya karena masjid hanya dijadikan sebagai tempat ibadah semata. Padahal jika menengok  ke jaman Rasulullah dulu masjid bukan lah semata tempat untuk  beribadah.
Pada  zaman Rasulullah, masjid juga mempunyai banyak fungsi demi kemaslahatan umat. Masjid juga dibangun tak jauh dari lokasi aktivitas sosial umat. Masjid di samping tempat menyelesaikan berbagai persoalan umat juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Masjid digunakan sebagai tempat membangun ekonomi dan kesejahteraan melalui baitulmal, dari masjid dikembangkan berbagai kegiatan yang mengarah pada terwujudnya masyarakat madani.
Dilatar belakangi pertumbuhan ekonomi syari’ah yang “baru” pada kisaran

4 % sebenarnya pembangunan ekonomi sya’riah, ekonomi yang berorientasi ummat sangatlah potensial dimulai dari masjid-masjid.

Masjid yang setiap hari 5 kali dikunjungi banyak masyarakat sangatlah potensial untuk menjadi penggerak/motor pembangunan ekonomi syari’ah. Disamping itu pembangunan Badan Usaha Masjid juga akan menjadi solusi untuk kemaslahatan Ummat.

Kita sama-sama telah mengetahui bahwasanya pemerintah sampai saat ini “masih gagal” dalam mengatasi kemiskinan. Disamping peran pemerintah yang dituntut mengatasi masalah yang serius itu, peran masyarakat juga sangatlah dibutuhkan.

Mereka masyarakat yang diberi kelebihan rezeki oleh Allah atau pun kita semua harus sadar akan masalah ini. Shodaqoh dan Zakat menjadi salah satu medianya. Al_Qur’an sendiri telah menjelaskan kepada kita tentang urgensi zakat dan shodaqoh.

LAZISWAF ( Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf ) seharusnya lebih dimaksimalkan di setiap masjid. Tidak hanya menggalakan semarak shodaqoh menjelang ramadhan saja, akan tertapi LAZISWAF ini harus di maksimalkan setiap waktu.

Mengenai Zakat, masih sedikit kesadaran masyarakat untuk  menunaikan zakat. Zakat tidak hanyalah zakat fitrah yang disalurkan pada bulan ramadhan, masih da zakat yang lain yang  sebaiknya ditunaikan oleh mereka.
Tetapi pada faktanya, hanya zakat fitrah saja yang umumnya mereka tunaikan, padahal masih ada zakat maal atau zakat penghasilan yang sebaiknya ditunaikan .

Disinilah peran LAZISWAF diharapkan untuk menggalakan semangat bershodaqoh dan menunaikan zakat. Tidak hanya itu, SDM yang ada didalamnya haruslah orang yang ahli dibidangnya.  Pengalaman menagatakan dimasjid-masjid pada umumnya menempatkan SDM bukan karena kemampuan dibidangnya, melainkan mereka yang mempunyai nama/keturunan keluarga dan culture budaya yang kuat di daerahnya.

Disamping pemaksimalan LAZISWAF masjid, pengembangan ekonomi masjid tidak lepas dari peran DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) itu sendiri yang mungkin LAZISWAF, dan Pendirian Badan Usaha Masjid masuk didalam programnya.

DKM masjid juga tidak bisa dilepaskan dari peran SDM didalamnya. Lagi, pengalaman berbicara SDM  yang berada didalamnya adalah SDM yang mempunyai factor keturunan dan culture budaya yang kuat di daerahnya sehingga masyarakat sekitar percaya karena nama nya dan mengesampingkan kemampuan SDM tersebut.

Selain pemaksimalan DKM dan LAZISWAF, guna menarik kembali minat jamaah untuk sholat berjamaah di masjid  harus ditekankan. Mulai dari pemilihan imam dan inovasi program program yang diadakan masjid juga harus kreatif dan memberikan interest kepada masyarakat.

Khusus untuk pemilihan imam,ini menyangkut serius untuk kepercayaan masyarakat itu sendiri. Lagi-lagi pengalaman mengatakan imam yang memimpin sholat dan  memberikan tausyiah terkadang tidak memiliki bacaan qur’an yang sesuai tahsin dan tajwid, pemahaman dan fikih mereka juga kurang. Lalu apa yang menyebabkan mereka selalu terpilih dan dipercaya untuk menjadi Imam?? Ya, factor culture dan keturunan membuat mereka “memonopoli” jadwal imam di masjid.

Padahal disekitarnya masih banyak  SDM yang mempunyai bacaan qur’an yang bagus serta pemahaman tentang agama yang mendalam, merekalah sebetulnya yang lebih layak untuk dipercaya menjadi imam.
Jika ketiga elemen tersebut sudah maksimal maka jamaah masjid pun tidak akan sepi. Memanfaatkan Jamaah yang tidak sepi inilah peluang untuk mendirikan Badan Usaha Masjid potensial untuk dikembangkan.
Tentunya berdasarkan landasan ekonomi yang berorientasi ummat dan untuk kemaslahatan ummat badan usaha yang harus didirikan.

Baitul Maal, Koperasi, Toko, siaran Radio/website  adalah beberapa badan usaha yang bisa dijadikan Badan Usaha Masjid.

LAZISWAF dan DKM sebagai pondasi pengembangan ekonomi berbasis masjid dan Baitul Maal sebagai solusi untuk keuangan masyarakat, koperasi dan Toko solusi untuk kebutuhan  masyarakat  dan siaran Radio/website  untuk media dakwah dan syi’ar yang lebih luas.

Beberapa elemen tersebut tentunya harus mempunyai landasan pemikiran berorientasi ummat dan untuk menjadi solusi dari peliknya masalah kemiskinan.
Ketika semua elemen yang telah disebutkan diatas bersatu dan jamaah masjid yang tidak sepi  bukan tidak mungkin kembalinya fungsi masjid yang sebenarnya seperti zaman Rasulullah sebagai pusat kegiatan dan ekonomi masyarakat akan terwujud.

Dan secara otomatis jika setiap masjid yang telah menerapkan ekonomi berorientasi ummat dan pemaksimalan program-program didalamnya maka pertumbuhan ekonomi syari’ah akan melesat.
Data menyebutkan terdapat sekitar 300 ribu masjid dan diperkirakan akant terus bertamabah  yang ada diseluruh nusantara.  Bisa dibayangkan jika semua menerapkan ekonomi berbasis masjid dan berorientasi ummat berapa persen lesatan perkembangan  ekonomi syari’ah di Indonesia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management